PKS BATAM
Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Taujih Ketua Majelis Syuro PKS: Antara Orang Benar dan Merasa Benar

Written By pks batam on Minggu, 01 Mei 2016 | 4:20 PM


Menjadi benar itu penting, namun merasa benar itu tidak baik. Kearifan akan membuat seorang menjadi benar, bukan merasa benar.

Perbedaan orang benar dan orang yang merasa benar : orang benar, tidak akan berpikiran bahwa ia adalah yang paling benar. Sebaliknya orang yang merasa benar, di dalam pikirannya hanya dirinyalah yang paling benar.

Orang benar, bisa menyadari kesalahannya. Sedangkan orang yang merasa benar, merasa tidak perlu untuk mengaku salah.

Orang benar, setiap saat akan introspeksi diri dan bersikap rendah hati. Tetapi orang yang merasa benar, merasa tidak perlu introspeksi. Karena merasa sudah benar, mereka cenderung tinggi hati.

Orang benar memiliki kelembutan hati. Ia dapat menerima masukan dan kritikan dari siapa saja, sekalipun itu dari anak kecil. Orang yang merasa benar, hatinya keras, ia sulit untuk menerima nasihat dan masukan apalagi kritikan.

Orang benar akan selalu menjaga perkataan dan perilakunya, serta berucap penuh kehati-hatian. Orang yang merasa benar: berpikir, berkata, dan berbuat sekehendak hatinya, tanpa pertimbangan/pedulikan perasaan orang lain.

Pada akhirnya, orang benar akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang. Sedangkan orang yang merasa benar sendiri hanya akan disanjung oleh mereka yang berpikiran sempit, dan yang sepemikiran dengannya, atau mereka yang hanya sekedar ingin memanfaatkan dirinya.

Mari terus memperbaiki diri untuk bisa menjadi benar, agar tidak selalu merasa benar.

Bila kita sudah termasuk tipe orang benar, bertahanlah dan tetaplah dalam kebenaran dan rendah hati serta berupaya untuk memberi keberkahan.

Habib Salim Segaf Al Jufri

PKS : Ekonomi Kerakyatan Harus Mendapat Perhatian


PKS Batam - Anggota DPRD Kota Batam, Sukaryo mengatakan ekonomi kerakyatan perlu mendapatkan perhatian khusus dalam membangun prekonomian di Kota Batam. Ibu-ibu rumah tangga yang sebagian besar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Batam ini memiliki semangat dan keseriusan untuk maju.

"Ada ibu-ibu diperumahan Griya Batuaji yang menyampaikan kepada saya bahwa mereka tidak mau jadi ibu-ibu yang biasa-biasa saja, tetapi menjadi ibu-ibu yang luar biasa". Ini menunjukan keseriusan mereka untuk maju membangun ekonomi keluarga," kata Sukaryo di Sagulung saat menggelar reses, Senin (25/4/2016).

Sukaryo mendorong pemerintah Kota Batam untuk serius dalam membantu UMKM yang ada di Kota Batam yang jumlahnya cukup banyak. Menurutnya pemerintah harus memiliki pola atau cara bagaimana dapat mengakses UMKM hingga ke tingkat RT bukan hanya ditingkat kelurahan atau di kecamatan saja.

"Pemerintah harus sering-sering memberikan pelatihan dan juga membantu memasarkan dari produk yang dibuat serta membantu permodalnya,"katanya.

Masih Sukaryo, ibu-ibu yang belum memiliki kemampuan ada yang meminta untuk dapat diberikan pelatihan berupa menjahit, memasak dan sebagainya.

Ketua FPKS DPRD Batam ini menyampaikan, cukup banyak ibu-ibu di kota Batam yang memiliki kemampuan untuk memproduksi kerajinan-kerajinan rumahan atau home Industry, baik itu makanan maupun aksesoris yang memiliki nilai jual.

Saat acara reses tersebut ibu-ibu banyak mengeluhkan tentang sulitnya memasarkan produk dan juga permodalannya. Mereka punya kerajinan tidak tau mau dijual kemana dan juga kebingungan mau mengembangkan usahanya karena tidak tau bagai mana untuk mencari tambahan modal.

Untuk itu UMKM harus mendapat perhatian serius," tutup Sukaryo.

Jangan Kalah oleh Premanisme


PKS Batam -Insiden tentang teror dan aksi premanisme terhadap sopir Trans Batam, Rohaizat menanggapi supaya Pemerintah tak boleh membiarkan teror dan aksi premanisme mematikan Trans Batam. Trans Batam mesti disokong dan diperbanyak agar kebutuhan masyarakat terhadap angkutan murah dan nyaman terpenuhi.

"Pemerintah tak boleh kalah oleh aksi-aksi premanisme," kata anggota Komisi III DPRD Kota Batam ini. Politikus PKS ini mendesak Pemko Batam berkoordinasi dengan Polresta Barelang untuk menempatkan personel kepolisian di Trans Batam. Menurutnya, sopir dan masyarakat memiliki hak kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan fasilitas publik.

Teror memang terus tertuju kepada sopir dan kru Trans Batam. Terakhir, pada Jum'at (22/4) malam, Bobi dan Jihan, sopir dan ticketing bus Trans Batam Batuaji-Batam centre disandera tiga jam oleh sekelompok orang di Jalan Raya Brigjen Katamso, Batuaji depan pasar Fanindo, Batuaji.

"Segeralah berkoordinasi dengan kepolisian. Jangan sampai ada jatuh korban baru bertindak, pencegahan harus dilakukan," kata Rohaizat.

Dia mengatakan, aksi penyanderaan sopir Trans Batam yang dilakukan sekelompok orang yang diduga sopir angkot tersebut merupakan persoalan serius. Seharusnya, hal tersebut bisa diantisipasi oleh pihak terkait. "Protes bisa dilakukan dengan prosedur, tidak harus dengan kekerasan," katanya.

Rohaizat juga mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Batam untuk mengembalikan jam operasional Trans Batam seperti semula, pukul 06.00 hingga 18.00 setiap hari. Pengembalian jam operasional tersebut akan meringankan dan mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan transportasi publik yang baik dan nyaman, "Badan usaha angkutan umum juga perlu dievaluasi. Jadi angkutan yang benar-benar layak akan beroperasi," jelasnya.

Pemilik dan sopir angkutan umum, lanjutnya, tidak perlu khawatir dengan beroperasinya Trans Batam. Dengan angkutan yang layak dan tidak ugal-ugalan, akan menjadi jaminan bagi masyarakat untuk mengunakan jasa angkutan umum. Karena masyarakat yang memilih untuk kenyamanan dan keamanan dalam transportasi.

"Kenapa masyarakat lebih memilih Trans Batam, itu karena nyaman," tutupnya.


Sumber : Koran Sindo edisi Senin (25/4) dan diedit seperlunya oleh Humas FPKS Batam.

Politik adalah Medan Amal


PKS Batam - Politik menurut Ketua MPW PKS Kepulauan Riau, Abdul Rahman, Lc adalah medan amal. Dalam ranah politik akan bertemu antara narasi dan sumber daya. Di dalam politik juga bertemunya nilai-nilai dengan maslahat banyak orang.

Hal tersebut disampaikan Abdul Rahman di acara Puncak Milad PKS ke-18 di Hotel PIH, Batam Centre, Ahad malam, 24 April 2016.

Agar senantiasa beramal dengan benar dibutuhkan dua hal, pertama yaitu struktur pengetahuan yang kokoh dan struktur jiwa yang kuat. Pengetahuan didapat dari rajinnya untuk terus menjadi manusia pembelajar dan jiwa yang kuat diperoleh dengan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Abdul Rahman mengingatkan, tanpa kedua hal tersebut sangat mungkin kader-kader PKS akan terpental dari pusaran kebaikan. Karena wilayah politik penuh dengan tikungan dan jalan yang berlubang.

“Makanya harus terus dibawa, sekali ditinggal bisa saja akan mengkhawatirkan,” terangnya serius.

Jika sudah konsisten menjaga dua hal tersebut, dan manakala kita diamanahkan untuk menjadi pemimpin maka kita akan mendapatkan dua legitimasi langsung. Legitimasi politik dan juga legitimasi spiritual. Kedua legitimasi inilah yang menjadi bekal untuk memberikan pelayan yang terbaik kepada masyarakat. (BN)

Pesan-pesan MUI untuk PKS


PKS Batam - “PKS Mendengar” adalah puncak acara Milad PKS ke 18, DPD PKS Kota Batam. Di Hotel Pusat Informasi Haji (PIH), Batam Centre, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batam, KH. Efendi Asmawi, MA menyatakan dirinya tidak meragukan PKS sebagai partai dakwah. Effendi Asmawi yang berbicara dengan tema “Peran PKS dalam Dakwah” ini memberikan tiga pesan agar PKS menjadi partai yang lebih besar.

“Dengan kaca mata saya, saya tidak meragukan PKS. Namun dengan kaca mata pembesar sepertinya PKS perlu melakukan ini agar PKS tumbuh menjadi partai yang lebih besar,” ungkap Efendi Asmawi di Batam, Ahad malam, (24/4/2016).

Menurutnya PKS harus meningkatkan kerjasama dengan seluruh elemen. “Pak Kyai” menyarankan agar PKS mau merangkul semua pihak, tidak saja yang sejalan namun juga yang belum sepaham baik dari sisi perbedaan pandangan politik maupun madzhab. Ia mengingatkan, siapapun yang membatasi diri akan susah menjadi lebih besar.

Pesan kedua yang disampaikannya adalah meningkatkan toleransi. Ia menyatakan sukses dakwah harus menggunakan contoh Nabi Muhammad. Ia mengingatkan dakwah Nabi adalah merangkul. Untuk itu ia berpsan agar kader-kader PKS untuk meningkatkan rasa saling menghargai dan tetap bertindak dalam koridor jika menemukan adanya perbedaan.

Poin ketiga adalah agar PKS terus meningkatkan empati publik. Empati public akan muncul selain dari program khidmat PKS, juga dari sifat sopan santun para kadernya. Jika kader-kader PKS dinilai masyarakat memiliki sopan santun, maka peluang untuk banyak bergabung lebih besar dan sebaliknya.

Selain dari MUI, pembedah PKS kedua adalah dari Sisten I Pemko Batam. Menurut Firmansyah PKS adalah partai yang kadernya memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ia berpesan agar PKS tidak tergoda untuk bertindak mengatasnamakan rakyat yang semu.

“Saya harap PKS tidak mengikuti jejak partai sebelah yang banyak kadernya seolah pro rakyat ternyata ada kepentingan pribadi,” tutupnya.

Syaifudin Fauzi, Ketua DPD PKS Kota Batam menyatakan penilaian terbaik tentang diri kita adalah dari orang lain. Selama ini kita merasa baik-baik saja, belum tentu pandangan orang lain tentang PKS itu sama, karena mendengar pendapat orang tentang diri kita adalah pelajaran yang berharga. (BN)

Kegiatan Pelantikan DPRa Se-Lubuk Baja

Written By pks batam on Rabu, 20 April 2016 | 9:48 PM


PKS Batam - Menyusul pelantikan DPC PKS Sekota Batam pada 17 Januari lalu, DPC lubuk Baja menggelar pelantikan terhadap lima ketua Dewan Pengurus Ranting (DPRa) untuk lima kelurahan yang ada di kecamatan Lubuk Baja pada sabtu malam (16/4).

Acara pelantikan DPRa pertama PKS Kota Batam tersebut di gelar di fasilitas umum (fasum) RT 2 RW 10 atau lapangan Awang Perkasa keluarahan Tanjung Uma. Pelantikan itu juga bertepatan dengan ulang tahun Partai Keadilan Sejahtera yang ke delapan belas dan reses anggota legislatif DPRD Prov. Kepulauan Riau dari komisi III, Abdul Rahman Lc. Dipilihnya kelurahan Tanjung Uma sebagai tuan rumah acara milad dan pelantikan itu karena kelurahan Tanjung Uma memang merupakan basis massa PKS di kecamatan Lubuk baja. Selain dihadiri warga di lingkungan kelurahan Tanjung Uma, turut hadir pula kader partai yang berasal dari DPC lain antara lain Bengkong, Sekupang  dan para tamu undangan.

Tamu undangan mulai memadati lokasi acara setelah ba’da Isya. Acara yang dikemas dengan hiburan tersebut berhasil menarik antusiasme warga di sekitar  kelurahan Tanjung Uma. Setelah dibuka dengan lagu-lagu melayu bertema islami oleh sanggar seni Melayu Pangsenebu Tanjung Uma dan Jami’atul Hadroh Al Istiqomah Tanjung Uma, hiburan dari Grup Rebana Al Muttaqiin dan Nurul Umi Tanjung Uma mengantar para hadirin ke puncak acara yaitu pelantikan dan dialog bersama Abdul Rahman Lc. Turut hadir  dalam kegiatan ulang tahun PKS dan reses tersebut Ketua DPW PKS Kepulauan Riau  Raden Hari Tjahyono, ketua DPD PKS Kota Batam, Saifudin Fauzi,  dan anggota legislatif DPRD Kota Batam, Rohaizat, S.T yang memang berdomisili di Tanjung Uma .

Acara pelantikan ketua DPRa yang dipimpn oleh Ketua DPC Lubuk Baja, Samani, S.Pd.I tersebut berlangsung khidmat dengan disaksikan oleh warga. Ketua DPRa yang dilantik antara lain Ade Sastra untuk kelurahan Tanjung Uma, Mimin Bunyamin untuk kelurahan Batu Selicin , Dhimas Kusuma Hidayat untuk kelurahan Pelita , Vino Enestiawan untuk kelurahan Lubuk Baja Kota dan Muhammad Safi’i untuk kelurahan Baloi Indah. Dalam sambutannya, Samani juga meluncurkan program kerja selama empat tahun ke depan di kepengursan 2016-2020 yang akan dilaksanakan di lingkungan DPC Lubuk Baja. Program kerja tersebut dibagi kedalam tiga kategori antara lain “Kita sehat, Kita Sejahtera dan Kita Sukses. Samani disela-sela acara menyampaikan harapannya dari pelantikan DPRa ini, “Kita berharap, dengan dilantiknya ketua DPRa di lingkungan Lubuk Baja, peran PKS di masyarakat semakin nyata”, tuturnya.

Setelah pelantikan selesai. Acara malam itu beranjak ke dalam dialog antara Abdul Rahman Lc., anggota komisi III DPRD Prov. Kepri dengan warga. Dalam dialog santai tersebut, warga menyampaikan keluhan-keluhan serta pertanyaan yang langsung dimoderatori oleh Rohaizat, S.T. Salah satu keluhan yang disampaikan  perwakilan warga adalah tentang rencana penggusuran rumah liar (ruli) di kawasan Blok II Kecamatan Lubuk Baja yang berada di seberang Kantor Kecamatan Lubuk Baja. Warga berharap, kalaupun memang mereka akan digusur mereka direlokasi ke tempat yang layak. Keluhan juga disampaikan perwakilan nelayan Tanjung Uma mengenai reklamasi laut di kawasan Tiban yang berdampak pada hasil tangkapan nelayan serta penyaluran bantuan nelayan yang menurut mereka kurang tepat sasaran.

Acara pelantikan dan reses tersebut ditutup dengan pemberian piagam penghargaan bagi tokoh –tokoh yang dianggap berjasa di lingkungan kecamatan Lubuk Baja. Penghargaan tersebut diberikan antara lain untuk bidang pengembangan seni Melayu, seni Islam, dan pengembangan masyarakat. (Kas)

Wajah Baru PKS?

Written By pks batam on Senin, 18 April 2016 | 10:24 PM



Arief Munandar
Doktor Sosiologi Politik dan Organisasi Universitas Indonesia

PKS Batam - Pasca terpilihnya Salim Segaf Al Jufri sebagai ketua Majelis Syura PKS medio 2015 lalu, dinamika internal partai ini menjadi semakin menarik diikuti. Sejak terpilih menjadi pimpinan tertinggi, Salim terlihat ingin kembali menegaskan komitmen partainya untuk memperkuat jati diri sebagai partai dakwah yang bersih, peduli, dan profesional.

Publik pun seolah-olah disuguhkan warna yang baru dari era kepemimpinan Salim. Ketimbang memicu pertikaian internal dengan elemen-elemen partai yang mungkin belum bisa "move on", Salim dan tim memilih melukis dan mewarnai kanvas PKS dengan coraknya sendiri. Ini strategi yang jitu karena partai politik sejatinya selalu menjadi arena pertarungan simbolis antarpihak yang mencoba menyodorkan tafsir atas ideologi partai.

Setiap pihak ingin agar tafsirnya menjadi rujukan. Setiap tafsir mengundang pendukung dan penentang. Oleh karena itu, perubahan warna dari masa ke masa adalah niscaya. Dalam situasi ini, bermain tenang sesuai dengan konstitusi partai adalah pilihan yang paling masuk akal.

Sebagai nakhoda baru, Salim berpandangan bahwa PKS membutuhkan etalase yang selaras dengan brand image partai yang ingin dibangunnya. Bisa dipahami jika pilihan jatuh kepada Mohamad Sohibul Iman untuk memimpin eksekutif partai sebagai presiden PKS. Sosok ilmuwan yang menamatkan sarjana hingga doktor di bidang kebijakan teknologi di Jepang ini awalnya dikenal sebagai akademisi yang tekun berkarier di BPPT pada era BJ Habibie, sebelum menjadi politisi PKS dan menjabat wakil ketua DPR periode yang lalu.

Sohibul Iman adalah sosok yang tampil santun dan sederhana, tapi memiliki gagasan yang berbobot. Gaya komunikasinya yang tenang, runtut, dan tidak meledak-ledak mengingatkan publik kepada pendahulunya di Universitas Paramadina, Nurcholis Madjid. Perjalanan panjang kariernya yang bervariasi, termasuk sebagai mantan rektor Universitas Paramadina, menandakan Sohibul Iman sangat terbiasa bergaul dan menjalin komunikasi lintas partai, kelompok, dan golongan. Kalangan yang dekat dengannya menyebut Sohibul Iman sebagai sosok yang pluralis-berkarakter, mampu bercampur, tapi tetap berbeda.

Dalam situasi yang digambarkan di atas, penanganan kasus Fahri Hamzah bisa dimaknai sebagai upaya untuk menyelaraskan anggota pasukan dengan visi dan misi panglimanya. Hal ini terlihat dari penjelasan resmi DPP PKS atas kronologis munculnya keputusan tersebut.

Baru terungkap, ternyata prosesnya sudah berlangsung sejak tujuh bulan lalu. Inti masalahnya sangat sederhana dan mendasar: Fahri dinilai gagal menyesuaikan diri dengan arah dan kebijakan pimpinan baru.

Dalam beberapa kasus, Fahri terlihat lebih merepresentasikan kepentingan eksternal dibandingkan partainya. Sebagai contoh, Fahri secara terbuka melakukan pembelaan kepada koleganya, Setya Novanto, dalam kasus saham Freeport di saat pimpinan PKS memiliki keputusan yang berbeda. Demikian pula sikap Fahri yang konsisten ingin melemahkan KPK, padahal pimpinan PKS ingin terus memperkuat peran dan fungsi lembaga antirasywah ini.

Tampaknya inilah yang mendorong Ketua Majelis Syura PKS meminta Fahri mundur dari posisinya sebagai wakil ketua DPR, dan mengarahkannya untuk mau dipindahkan ke alat kelengkapan dewan lainnya. Namun, Fahri yang semula menyatakan kesediaannya kemudian berbalik menolak, bahkan melawan keputusan pimpinan secara terang-terangan. Sehingga, prosesnya berujung pada pemberhentian Fahri dari seluruh jenjang keanggotaan partai.

Fahri memang sosok yang fenomenal sekaligus kontroversial. Mungkin publik belum lupa, beberapa tahun yang lalu, Fahri mengemukakan ide untuk menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mantan presiden Soeharto. Sisi kontroversial Fahri diperkuat dengan diksinya yang kerap tajam dan menyengat, seperti menyebut Presiden Jokowi "sinting" atau koleganya para anggota dewan "beloon".

Sebagai ikon PKS, tentunya sikap Fahri ini berdampak kepada citra partai di benak publik. Tidak heran jika kesan keras, kontroversial, dan eksklusif lekat dengan wajah lama PKS.

Dalam konteks itulah, Fahri dinilai tidak bisa menjadi representasi wajah baru PKS yang lebih santun, moderat, serta mampu membangun titik temu dan kebersamaan dengan berbagai kalangan. Gaya Fahri yang meledak-ledak, teatrikal, dan kerap memicu konflik, dirasa tidak koheren dengan corak lukisan baru yang ingin dituangkan duet Salim dan Sohibul Iman di atas kanvas PKS hari ini.

Membiarkan Fahri dengan berbagai manuver khasnya seolah membenarkan tesis sejumlah pakar bahwa partai politik rentan terjangkiti problem keagenan yang akut, di mana elite partai kerap tidak merepresentasikan ideologi yang dianut partainya, tetapi menjadi pelayan dari kepentingan lain di luar partai.

Pimpinan PKS dihadapkan pada dua pilihan: Fahri mengubah warnanya atau dicarikan pengganti dengan corak yang lebih pas. Dari kronologi yang berujung pada pemberhentian Fahri, terlihat bahwa pimpinan PKS mengambil opsi yang pertama.

Dalam rentang waktu tujuh bulan, diupayakan proses dialog, komunikasi, mediasi, hingga pemberian kesempatan kepada Fahri untuk membela diri di hadapan mahkamah partai. Namun, kompromi politik antara pimpinan PKS dan Fahri gagal dicapai. Ruang kompromi yang ditawarkan pimpinan partai sepertinya tidak mampu melunakkan sikap "singa" parlemen tersebut.

Pimpinan PKS akhirnya sampai pada keputusan untuk mencari sosok yang lebih tepat merepresentasikan wajah baru PKS sebagai partai dakwah yang cerdas, inklusif, dan mengayomi. Pilihan akhirnya jatuh kepada Ledia Hanifa, satu-satunya perempuan di jajaran anggota legislatif PKS periode ini. Ia dikenal sebagai perempuan PKS yang cerdas dan luwes dalam bergaul sehingga diterima oleh kalangan yang luas, di dalam maupun di luar partai.

Rekam jejaknya cukup konsisten dalam mengangkat soal-soal perlindungan kaum perempuan, ibu dan anak, di samping isu-isu keumatan yang krusial, seperti pengelolaan penyelenggaraan haji dan umrah serta produk halal. Menyodorkan Ledia sebagai wakil ketua Dewan adalah satu lagi keputusan pimpinan baru PKS yang unpredictable, tapi brilian.

Banyak kalangan yang tak pernah menduga PKS akan memberikan ruang dan panggung politik yang luas bagi kader perempuannya. Secara politis, keputusan ini akan mengubah positioning dan brand PKS yang semula dikesankan konservatif-patriarkis menjadi lebih apresiatif terhadap peran politik perempuan.

Dengan wajah barunya ini, PKS sedang memberikan tawaran yang cukup menggairahkan bagi perpolitikan Indonesia. Namun, publik tentunya masih butuh pembuktian. Bagi pimpinan baru PKS, ujian selanjutnya adalah soal konsistensi kebijakan.

Publik perlu diyakinkan bahwa berkhidmat kepada rakyat sebagai partai dakwah yang bersih, peduli, dan profesional adalah komitmen yang diamalkan dengan penuh antusiasme dari waktu ke waktu. Hal itu bukan sekadar jualan politik sesaat, apalagi hanya sebagai political gimmick. Publik merindukan PKS tampil sebagai partai yang bersahaja, tapi berlimpah dengan karya.
 (republika)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS BATAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger