Saya 'Dipaksa' Bergabung PKS - PKS BATAM
Headlines News :
Home » » Saya 'Dipaksa' Bergabung PKS

Saya 'Dipaksa' Bergabung PKS

Written By pks batam on Rabu, 13 Maret 2013 | 5:08 PM


PKS BATAM: Tahun 2004 adalah awal kisah perjalanan saya mengenal PKS. Saya bukanlah kader dakwah yang direkrut melalui kegiatan kampus, karena saya tidak aktif di kegiatan kampus, bukan karena tidak hobi tetapi lebih karena saya harus membiayai kuliah sendiri. Saya bekerja pagi sampai sore kemudian malamnya kuliah. Artinya tidak ada kesempatan untuk aktif di kegiatan kemahasiswaan, apalagi saya kuliah bukan universitas negeri.

Tahun 2004 saya semester akhir, karena ada salah satu dosen yang cukup dekat dengan saya aktif menjadi pengurus di salah satu partai politik (waktu itu partai no urut 9) dan beliau mencalonkan diri sebagai caleg DPR-RI saya diminta untuk membantu dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan pengadaan alat peraga kampanye. Termasuk di tempat kos saya penuh dengan bendera partai tersebut sehingga orang-orang menyangka saya adalah kader partai tersebut.

Perjalanan waktu mendekati hari pemungutan suara saya di datangi oleh salah seorang kader PKS yang dimediasi oleh salah seorang tetangga tempat kost saya, intinya saya diminta menjadi saksi PKS. Saya menerima, kemudian diundang dalam forum-forum pelatihan saksi PKS bersama beberapa calon saksi yang lain.

Pada waktu itu saya adalah ketua salah satu club motor terbesar di provinsi saya. Maklum, sebagai ketua club motor saya bergaul dan berbaur dengan berbagai macam orang yang mempunyai latar belakang beragam. Dan salah satu kebiasaan buruk yang masih saya lakukan saat itu adalah saya masih merokok.

Tak canggung kader PKS yang mengajak saya menjadi saksi membelikan saya sebungkus rokok ketika hari pemungutan suara dan tidak canggung pula ketika kamar saya dan halaman rumah penuh bendera partai lain.

Ada beberapa pengalaman menarik ketika saya menjadi saksi PKS di TPS tempat saya bertugas. Ada saksi lain dari partai Islam, ketika saya merokok dia bertanya: “ lho mas kader PKS kok merokok”. Saya jawab, “saya bukan kader PKS mbak, saya hanya diminta jadi saksi PKS”.

Kejadian menarik lainnya adalah ketika terjadi deadlock, ketua PPS selalu menayakan: “Bagaimana saksi PKS?” Saya bangga sebagai saksi PKS yang selalu dijadikan rujukan ketika terjadi permasalahan di lokasi TPS.

Kejadian yang luar biasa, dan awal perubahan besar hidup saya adalah ketika masyarakat mulai sepi, maka para saksi diminta untuk memilih. Saya bergegas ke bilik suara, saya mengambil kertas suara, saya buka, dan tiba-tiba tangan saya mencoblos partai dengan nomor urut 16. Ya, partai nomor urut 16 dalam pemilu 2004 adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saya pernah mendapat sosialisasi bahwa jika partai yang dipilih berbeda dengan caleg yang dipilih maka suara tersebut tidak sah. Sejanak saya merenung, : “daripada suara saya tidak sah” (karena saya ingin mencoblos caleg DPR-RI dari partai nomor urut 9) lebih baik saya coblos aja caleg-caleg PKS walaupun saya tidak kenal sama sekali siapa mereka”.

Waktu itu pertimbangan saya adalah, saya pilih nama-nama yang bagus saja, kalau namanya bagus dan Islami mudah-mudahan orang baik. Maka untuk caleg DPR-RI waktu itu saya coblos nama Drs. Al Muzzamil Yusuf, untuk caleg DPRD provinsi saya coblos nama Ir. Ahmad Junaidi Auly, dan untuk caleg DPRD Kab/Kota saya coblos nama Syarif Hidayat, ST.

Pertimbangan saya sederhana, nama-nama yang bagus mudah-mudahan orangnya baik. Selesai mencoblos saya keluar dari bilik suara kemudian saya menelpon salah satu temen saya untuk meminta mencoblos caleg DPR-RI dari partai nomor 9. Saya ceritakan karena saya salah nyoblos PKS, saya sudah kadung janji mau nyoblos caleg tersebut. Teman saya tersebut mengiyakan dan menyanggupi untuk mengganti satu suara saya untuk partai nomor 9.

Peristiwa tersebut benar-benar terkenang oleh saya, dan selanjutnya saya mulai mengamati PKS. Perjalanan yang cukup panjang akhirnya mempertemukan saya dengan Tarbiyah. Perlahan namun pasti akhirnya saya berinteraksi, membaur bersama orang-orang yang luar biasa.

Anak ke-3 penulis
Dan melalui gerakan Dakwah PKS inilah saya dipertemukan dengan istri yang sholihah. Saya begitu bersyukur dipertemukan dengan gerakan dakwah ini. Saya begitu bahagia. Dan kebahagiaan itu semakin begitu besar dengan kehadiran tiga jundi yang akan mewarisi perjuangan dakwah ini. (abu haaniya)

http://www.pkspiyungan.org/2013/03/saya-dipaksa-bergabung-pks.html
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS BATAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger